INVENTARISASI BMN OLEH BUA MAHKAMAH AGUNG RI

Terbit 14 Oktober 2016 | Oleh : Redaksi | Kategori : Berita

SAMBAS – Kegiatan inventarisasi BMN di lingkungan Mahkamah Agung sudah menjadi program prioritas dalam rangka tertib administrasi dalam mengelola aset negara. Hal ini merupakan komitmen Mahkamah Agung untuk tetap mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Karenanya BMN merupakan aset yang harus terkelola dengan baik, tertib sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Mahkamah Agung dalam hal ini Pengadilan Agama Sambas selaku Pengguna Barang Milik Negara harus taat dan patuh dengan aturan terkait pengelolaan/inventarisasi yang dikeluarkan oleh Pengelola Barang (Kementerian Keuangan).

Rabu (12/10) kemarin, Mahkamah Agung melalui Badan Urusan Administrasi terjun langsung ke wilayah Kalbar khususnya Pengadilan Agama Sambas (PA Sambas) dan Pengadilan Negeri Sambas (PN Sambas). Dalam tim yang terdiri dari 4 orang itu diketuai oleh Bapak Djamaluddin. Tim yang bekerja langsung memeriksa, mencocokkan antara dokumen barang dan barang (fisik) yang ada dengan teknik sampling (sampel). Inventarisasi dilakukan dengan mengambil contoh/sampel beberapa barang yang ada di ruangan untuk di data dan dicocokkan.

Di sela kegiatan tersebut, ketua Tim Djamaluddin menyayangkan PA Sambas yang pada tahun 2014 lalu telah melakukan penghapusan barang kurang lebih 200 item melalui lelang, namun tidak memperoleh penggantian. Harusnya menurut Djamaluddin, ini menjadi prioritas bagian perencanaan anggaran Mahkamah Agung untuk menganggarkan penggantiannya. Karena BUA sudah memiliki data satker yang telah melakukan penghapusan BMN. Kenyataannya karena kekurangan fasilitas dalam melaksanakan tugas sehari-hari, barang-barang yang seharusnya sudah dikeluarkan dari ruangan karena sudah tidak layak pakai masih tetap digunakan.

Selain menyoroti kekurangan fasilitas penunjang pekerjaan, Djamaluddin juga menyinggung tentang kondisi gedung yang cukup memperihatinkan. Gedung yang berdiri kokoh ini, namun di dalamnya karena sebagian masih menggunakan struktur kayu dan saat ini telah banyak yang digerogoti rayap. Bahkan pernah ada ruangan yang ambruk pada beberapa waktu lalu karena tiang-tiangnya telah digerogoti rayap. Ini harus segera diusulkan perehabannya, pungkasnya.

SebelumnyaSOSIALISASI PERMA 7, 8, 9 TAHUN 2016 DAN RAPAT RUTIN BULANAN SesudahnyaPengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil Dan Perpisahan Mahasiswa Magang

Berita Lainnya

0 Komentar