Pilih Laman

“Dalam satu kantor, dalam bekerja jangan merasa paling penting atau yang terpenting. Seorang Ketua atau Wakil Ketua merasa paling penting di kantor ini, atau seorang Sekretaris maupun Panitera merasa jika bukan karena dirinya kantor ini tidak bisa berjalan. Tapi tanamkan bahwa semua orang yang menjadi bagian dari kantor ini adalah penting”.

 

Demikian pesan yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Barat (KPTA Kalbar), M. Taufiq, HZ., M.HI ketika memberikan pembinaan dihadapan seluruh pegawai PA Sambas Rabu (26/10) kemarin. Tepat pukul 08.00 WIB acara pembinaan yang melibatkan seluruh unsur pegawai termasuk para tenaga honorer dimulai dan berlangsung hingga lewat pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan itu pula KPTA yang belum sebulan dilantik menjadi KPTA Kalimantan Barat ini mengingatkan agar seluruh pegawai dapat menjaga disiplin kerja, disiplin kehadiran. Terlebih pada seorang hakim, pungkasnya. Kini telah ada aturan yang benar-benar mengatur tentang disiplin hakim, yaitu Perma Nomor 7 tahun 2016, ujarnya. Di samping itu agar kita senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas baik ketika bekerja maupun ketika berada di luar jam kerja. Karenanya kita adalah adalah cerminan lembaga kita, jika tidak bisa bekerja profesional, tidak bisa menjaga moral, maka nama baik lembaga kita yang akan tercoreng, tegasnya.

Adapun agenda kunjungan kali ini adalah dalam rangka silaturrahmi KPTA ke Pengadilan Agama yang berada di bawah hukum PTA Kalbar khususnya yang berada di jalur pantai utara.

Seperti diketahui sebelumnya KPTA Kalimantan Barat telah melakukan silaturrahmi di beberapa Pengadilan Agama yang berada di jalur pantai utara, yaitu PA Mempawah dan PA Bengkayang. Kemudian dilanjutkan ke PA Sambas pada selasa (25/10) siang. Dari pantauan tim redaksi kehadiran perdana KPTA kali ini tanpa didampingi oleh hakim ataupun pegawai dari PTA Kalbar, melainkan hanya membawa seorang juru mudi.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki ke PA Sambas, KPTA langsung disambut oleh Ketua PA Sambas dan beberapa pegawai yang kebetulan berada di sekitar ruang lobi. Tak berapa lama kemudian, beliau langsung mengisi buku tamu dan memilih untuk tetap bertahan di bagian meja informasi. Sejenak ia duduk di kursi dan berbicara dengan petugas meja informasi saat itu, ibu Salimah Fauzi. Terlihat KPTA menanyakan kepada petugas kelengkapan terkait meja informasi dan pengaduan. Di antaranya instrumen-instrumen, formulir permohonan informasi dan register-register serta SK Petugas Meja Informasi dan Pengaduan. Kemudian dilanjutkan dengan melihat-lihat ke beberapa ruangan, dengan ramah dan senyum KPTA menyapa dan menyalami satu persatu personil yang sedang bekerja di ruangan tersebut.

Bersama Ketua dam Wakil Ketua PA serta didampingi Sekretaris dan Panitera, beliau melanjutkan untuk melihat bagian di lantai II gedung. Di bagian ini dirinya langsung melihat satu persatu ruangan, pertama ke ruangan hakim. Di ruang itu KPTA menyapa dan sejenak berbicara dengan hakim-hakim yang ada. Kemudian dilanjutkan menyusuri ruangan bagian Kepegawaian, ruangan Umum Keuangan, ruang Sekretaris dan kemudian ke ruang IT. Setelah itu baru beliau menuju ruang Ketua untuk berbincang dan berdiskusi. Cukup lama para pimpinan berada di ruangan itu, hingga jarum jam menunjukkan hampir jam 4.30 WIB baru mereka keluar ruangan.

Ternyata sepulang dari kantor, KPTA masih ingin melihat rumah dinas piminan PA Sambas. Disana Ketua (Helman) mengajak KPTA untuk melihat-lihat kebun yang dibuat dan dikerjakan sendiri oleh Pak Helman. Sempat juga KPTA memanen pepaya yang sudah terlihat matang, kemudian melihat langsung tanaman sayur-sayuran yang ada di bagian belakang rumah dinas. Terlihat rona senang dan bahagia dari keduanya saat itu. (By Zulfian)