MONITORING SIPP, KPTA PONTIANAK SAMBANGI PA SAMBAS

Terbit 20 Mei 2016 | Oleh : Redaksi | Kategori : Berita / Umum

SAMBAS – Hari ini, Jum’at (20/05) KPTA Pontianak, Bahrussam Yunus didampingi staf IT Roni Kurniawan mengunjungi PA Sambas. Adapun kedatangan Pimpinan tertinggi di wilayah PTA Pontianak kali ini tidak lain untuk memastikan aplikasi SIPP sudah benar-benar berjalan di PA Sambas.

Menurut pantauan tim redaksi, tepat pukul 07.40 WIB tadi pagi beliau sudah berada di kantor. Disambut oleh Ketua PA Sambas, H. Helman dan Sekretaris Muksin beserta beberapa pegawai yang telah sejak tadi bersiap-bersiap. KPTA Pontianak dipersilahkan mengisi buku tamu terlebih dahulu, kemudian beliau menyempatkan diri berkeliling untuk memantau beberapa sudut ruangan. Ketika Sekretaris menjelaskan, terdengar komentar dan saran beliau mengenai penataan ruangan dan tentang kegiatan belanja modal yang terlihat semuanya sudah rampung. “Wah cepat juga selesainya ya”, komentarnya ketika melihat ruang tunggu yang sudah 99% rampung. Kemudian

beranjak ke meja pengaduan, komentar positif kembali beliau sampaikan, bahwa dengan dana yang minim dapat mengadakan 2 meja sekaligus, “itu bagus, tidak ada pemborosan disitu”, ujarnya.

Sementara itu, Roni Kurniawan yang mendampingi KPTA terlihat berbincang-bincang dengan sejumlah petugas di bagian pendaftaran tentang sejauh mana penggunaan aplikasi SIPP ini dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Apakah ada kendala, sekiranya ada kendala agar disampaikan secara tertulis kepada kami, ujar Roni.

Monitoring SIPP

Berawal di petugas Meja II, KPTA dan Roni Kurniawan bertanya langsung dengan petugasnya, Waliyah. Di Meja II beliau menanyakan prosedur perkara sampai ke Meja II dan bagaimana dengan penginputannya ke dalam SIPP. Kemudian praktek langsung dengan satu contoh perkara yang diinput oleh petugas Meja II. Hasilnya cukup baik dan berjalan sebagaimana seharusnya. Dilanjutkan ke Petugas Meja I, Hidayat. Setelah dites penginputan biaya perkara, hasilnya cukup memuaskan. SIPP sudah digunakan dengan baik.

Kemudian ketika dicek ke Ketua tentang Penetapan Hari Sidang, bagaimana pelaksanaan SIPP nya. Dengan sigap dan santai Ketua membuat salah satu contoh PHS yang diminta. “Bagus, ujar KPTA, kalau Ketua sudah bisa melaksanakan, tentu yang di bawahnya juga melaksanakan, tambahnya. Selanjutnya Panitera, Nisa Istantri diminta untuk membuat Penetapan. Dengan sigap dan lancar Panitera yang sebelumnya bertugas sebagai Pansek di PA Bengkayang ini mengklik menu Penetapan satu persatu, hingga pencetakan dokumen. Sekarang ke Jurusita, ujar KPTA. Diminta salah satu Jurusita Pengganti, Fenty Novianti untuk membuat relaas menggunakan aplikasi SIPP, dan hasilnya juga memuaskan, relaas dengan mudah dibuat dan dicetak. Demikian halnya, ketika ke Panitera Pengganti, kali ini bu Marlina yang juga menjabat sebagai Wakil Panitera diminta untuk membuat contoh BAS. Hasilnya lancar, hanya saja dirinya mengeluhkan tidak semua Berita Acara bisa dibuat di SIPP, misalnya perkara yang sekali sidang langsung putus itu belum ada, keluhnya.

Dilanjutkan ke pembuatan Putusan. Kali ini H. Ahmad Zaki diminta untuk membuat contoh putusan menggunakan SIPP. Untuk putusan belum bisa maksimal digunaka, ujar hakim Zaki, menurutnya masih banyak jenis putusan yang belum ada pada menu SIPP, sama halnya pada Berita Acara, tutupnya. Menanggapi hal itu, KPTA bersama staf IT langsung mencatat kekuarangan dan keluhan yang masuk, untuk diteruskan ke Dirjen Badilag, agar bisa ditindaklanjuti.

Melihat penerapan SIPP secara keseluruhan, KPTA merasa puas SIPP di PA Sambas telah digunakan dan berjalan dengan sangat baik. Karena idealnya, jika Pimpinan sudah melaksanakan, sudah barang tentu bawahannya juga mengikuti, tutupnya.

SebelumnyaThe vacuum I had created when using it in the case was SesudahnyaPA Sambas Ikuti Pembinaan Teknis dan Rakor oleh Pimpinan Mahkamah Agung

Berita Lainnya

0 Komentar