PA SAMBAS SIAP TERAPKAN SIPP

Terbit 25 Februari 2016 | Oleh : Redaksi | Kategori : Berita / Informasi Publik

SAMBAS – Sebagai tindak lanjut dari pelatihan SIPP yang diadakan oleh PTA Pontianak pada tanggal 11 dan 12 Februari lalu yang menghadirkan admin dan operator SIADPA PA Se Kalbar. PA Sambas hari Selasa (23/02) kemarin telah melakukan sosialisasi SIPP kepada seluruh hakim termasuk Ketua dan Wakil Ketua serta seluruh unsur Kepaniteraan. Sosialisasi yang dilaksanakan di ruang rapat itu berlangsung alot, sebab sosialisasi ini merupakan kali pertama dilakukan dan merupakan “barang baru” bagi seluruh user, harus dijelaskan satu persatu. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 dan berakhir sekitar pukul 16.00 mengambil agenda pengenalan aplikasi, gambaran umum SIPP.

 

Materi pembuka disampaikan oleh hakim Ahmad Zaki yang menjelaskan gambaran umum tentang apa itu aplikasi SIPP. Mengingat terbatasnya waktu, Zaki berupaya menjelaskan segamblang mungkin tentang SIPP dan cara kerjanya. Jika dibandingkan dengan aplikasi SIADPA cara kerja aplikasi ini berbeda jauh.

Sebagaimana diketahui bahwa SIPP merupakan sebuah aplikasi yang dibuat untuk empat peradilan dibawah Mahkamah Agung. Hanya dengan satu aplikasi bisa mengakomodir aplikasi-aplikasi untuk membantu administrasi keperkaraan pada empat lingkungan peradilan sekaligus. SIPP terdiri dari SIPP local house yang terdapat dan terinstal pada server local dan SIPP Web yang bisa diakses secara online. Sepintas aplikasi ini lebih kompleks dan lebih detil untuk urusan administrasi perkara, termasuk didalamnya tentang keuangan perkara.

Didampingi oleh Wawan, yang juga termasuk tim IT dan operator SIPP menjelaskan secara teknis mengenai aplikasi ini. Mengenai langkah kerjanya, Wawan menjelaskan dimulai dengan menginstall SIPP ke local house kemudian migrasi database SIADPA ke SIPP yang harus mencapai 100%, dilanjutkan dengan menyiapkan server yang harus sudah berjalan dengan sistem operasi centos dan diinstal SIPP, baru kemudian proses sinkronisasi ke SIPP Web. Masih menurut Wawan, sosialisasi ini saya kira tidak cukup hanya dengan satu kali pertemuan, tentu harus dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya. Karena ini merupakan sesuatu yang baru bagi seluruh user sehingga user harus benar-benar faham dan siap menggunakannya, tambah Wawan.

 

 

SebelumnyaMiss an entire season? No worries SesudahnyaEmpat Lingkungan Peradilan Berlomba Implementasikan SIPP

Berita Lainnya

0 Komentar