Peresmian Ruang Tunggu Sidang dan Sosialisasi Hasil Rakor

Terbit 1 Juni 2016 | Oleh : Redaksi | Kategori : Umum

pa-sambas.go.id | 31/05/2016

SAMBAS – Setelah rampung kegiatan pembangunan ruang tunggu sidang pada akhir Mei lalu, kini PA Sambas telah resmi memiliki ruang tunggu sidang yang representative. “Hal ini tentunya sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Di samping itu dengan adanya ruang tunggu ini, pemberian batasan akses bagi para pihak di dalam gedung kantor jadi lebih mudah. Pemberian batasan akses ini bertujuan untuk memberikan ruang steril antara ruang kerja pegawai dan pihak yang berhubungan dengan perkara”. Hal ini disampaikan oleh Ketua PA Sambas, H. Helman ketika meresmikan penggunaan ruang tunggu pada Selasa (31/05) lalu.

 

Ruang tunggu dengan luas 10 x 5 meter ini dibangun menggunakan dana Dipa PA Sambas tahun anggaran 2016 dengan nilai pagu sebesar RP. 200.000.000. Ke depan pembangunan untuk peningkatan pelayanan publik seperti ini harus menjadi prioritas, ujar Ketua.

 

Di gedung baru itu, Ketua menyampaikan hasil rapat koordinasi dengan pimpinan Mahkamah Agung di Pontianak.  Sebelumnya pembinaan dilakukan oleh Dirjen Badilag, Abdul Manaf di Aula PTA Pontianak. Dalam kesempatan itu Dirjen melakukan pembinaan di depan Pimpinan Pengadilan Agama se Kalimantan Barat, yang isi poin pentingnya sebagai berikut:

1. Bahwa Tahun 2016 merupakan tahun pelayanan

2. Memberikan fasilitas yang nyaman dan layak untuk pelayanan publik

3. Jangan membeda-bedakan orang dalam memberikan pelayanan

4. Tingkatkan koordinasi antar pimpinan, baik internal maupun eksternal

5. Jalin koordinasi (hubungan) baik dengan peradilan lain

6. Agar pimpinan maupun Hakim banyak belajar perihal sita.

Di samping itu Ketua menyampaikan hasil Pembinaan dengan pimpinan Mahkamah Agung di Pontianak pada pekan sebelumnya. Dalam kesempatan itu Ketua menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh Ketua Ketua MA, Hatta Ali dalam Pembinaannya yang mengingatkan agar seluruh aparat peradilan menjaga nama baik lembaga peradilan (Mahkamah Agung). Di samping itu dirinya menekankan agar tidak sekedar menjaga nama baik, tapi juga integritas terlebih dia seorang hakim. Bagi seorang hakim ada pedoman perilaku hakim. Demikian juga untuk aparatur lainnya.

 

SebelumnyaTo inquire about a licence to reproduce material SesudahnyaEven in open source oriented big companies

Berita Lainnya

0 Komentar