Rapat Koordinasi: Mencari Format Ideal Pengawasan

Terbit 17 November 2016 | Oleh : Redaksi | Kategori : Berita / Informasi Publik

pa-sambas.go.id | pta-pontianak.go.id

PONTIANAK – Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, untuk pertama kalinya sejak beliau resmi menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak pada akhir September yang lalu melaksanakan Rapat Koordinasi dengan jajaran pimpinan Pengadilan Agama Se Kalimantan Barat pada Selasa (16/11/2016) pagi di ruang Aula Pengadilan Tinggi Agama Pontianak.

Adapun agenda dari Rapat Koordinasi kali ini adalah mensosialisasikan pengarahan dan pembinaan Ketua Mahkamah Agung di Mataram, tanggal 2 Nopember, sosialisasi hasil Munas IKAHI XVIII yang juga dilaksanakan di Mataram, 3-5 Nopember dan yang menjadi acara utama adalah workshop pengawasan.

 

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam pengarahannya mengatakan bahwa dirinya mendapatkan beberapa masukan terkait program kerja yang belum bisa terlaksana oleh pada pendahulunya yakni tentang pengawasan dan eksekusi. Beliaupun telah berdiskusi dengan Wakil Ketua untuk merancang kegiatan tersebut dan hal ini seperti seiring sejalan dengan apa yang telah dirancang oleh Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Naffi, S.Ag.,MH. yang menggagas proyek perubahan pada Diklatpim II mengenai Sistem Pengawasan Kinerja Hakim dan aparatur Pengadilan Agama Berbasis Teknologi Informasi.

Kenapa kegiatan ini sangat penting, karena banyak sekali keluhan dari Pengadilan Agama yang menginginkan antara Hakim Pengawas dengan obrik terperiksa adanya satu pemahaman. Karena terkadang, pada saat Hakim Pengawas A menyatakan hal itu adalah suatu temuan, begitu Hakim Pengawas B yang datang pada kesempatan berikutnya menyatakan temuan yang dilakukan oleh Hakim Pengawas A adalah tidak benar. Kenapa ini terjadi karena Hakim Pengawas dan obrik terperiksa tidak punya persepsi yang sama dalam hal aturan. Apalagi menurut Ketua, Bapak dan Ibu Hakim bukan dipersiapkan untuk menjadi pengawas.

Dalam rapat koordinasi kali ini akan diberikan contoh-contoh konkrit bagaimana menuangkan suatu temuan ke dalam format yang telah tersedia. Format yang disediakan ini merupakan format yang dipakai oleh Bawas setiap kali melakukan pengawasan reguler. Jika wilayah Pengadilan Tinggi Agama Pontianak sudah terbiasa dengan format tabel, untuk ke depannya sudah harus menggunakan format yang baru.

 

Itulah pentingnya Rapat Koordinasi kali ini, mulai dari format laporan hasil pengawasan yang sama, pemahaman yang sama bagaimana menuangkan temuan ke dalam format yang baru sampai pada kesepakatan mengenai waktu penyampaian LHP.

SebelumnyaBIMTEK SIPP DI BANTEN, PA SAMBAS UTUS 3 ORANG PESERTA SesudahnyaTujuh Mitos Seputar Baik-buruknya Administrasi Perkara

Berita Lainnya

0 Komentar